• “Upah Terbesar dari Suatu Pekerjaan Adalah Kesempatan Untuk Melakukan Lebih Banyak Hal.” (Jonas Salk)
  • “Jangan Hanya Sibuk Menghitung Hari, Tapi Buatlah Hari-Hari Itu Menjadi Bermakna.” (Muhammad Ali)
  • “Keberanian Bukan Berarti Tidak Memiliki Rasa Takut, Tetapi Keputusan Untuk Melakukan Hal Lain Yang Lebih Penting Dari Rasa Takut.” (Ambrosse Redmoon)
  • “Kita Diberi Dua Tangan, Satu Untuk Menolong Diri Sendiri dan Satu Lagi Untuk Menolong Orang Lain.” (Audrey Hepburn)
  • “Jangan Takut Kehilangan Hal Yang Baik Untuk Mendapatkan Yang Terbaik.” (John D. Rockefeller)

Rabu, 13 Januari 2016

PAI

MAKALAH PAI
KESALAHAN KESALAHAN DALAM SHOLAT
http://unnes.ac.id/wp-content/uploads/Warna.jpg
DISUSUN OLEH :
ARIF AJI FADILAH
1201415056
PENDIDIKAN NON FORMAL
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan rahmat serta karuniaNya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa suatu halangan suatu apapun. Makalah yang kami beri judul “kesalahan kesalahan dalam sholat” ini kami susun dalam rangka untuk mencari pengetahuan tentang Hal-hal yang jarang orang perhatikan dalam melaksanakan ibadah sholat. Hal-hal sepele itu terkadang membuat kita terlena bahwa ibadah yang kita lakuakan masih kurang sempurna. Sehingga  pahala yang kita perolehpun kurang maksimal.
Dengan adanya makalah ini kami berharap bisa dijadikan sebagai koreksi atau evaluasi sehingga kita bisa melakukan ibadah dengan benar serta mendapat pahala yang maksimal dari Allah S.W.T.





BAB I
Latar belakang
Sholat merupakan ibadah yang utama dibandingkan ibadah yang lain. Bahkan sholat dijadikan rukun islam ke 2 setelah syahadat. Bahkan banyak penjelasan hadist yang membahas keutamaan sholat. Sebab pentingnya sholat sebagai badah yang fardhu ‘ain (harus dikerjakan dan tidak boleh diwakilkan) maka sangat perlu pengetahuan bagaimana cara melakukan sholat yang benar. Oleh karena itu kita juga perlu mengetahui beberapa kesalahan yang dilakukan pada saat sholat yang jarang orang ketahui. Kesalahan-Kesalahan itu tentunya akan menjadi koreksi serta evaluasi agar dapat menjalankan ibadah sholat dengan tuma’ninah serta bisa memperoleh pahala yang maksiamal.

Tujuan
1.      Mengetahui cara melakuakan ibadah sholat dengan benar
2.      Mengetahui kesalahan kesalahan yang dilakuakan dalam sholat
3.      Dapat memperbaiaki dan mengkoreksi ibadah yang dilakukan.



BAB II
PEMBAHASAN
"Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalan ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu."(HR. An Nasa'I : 463)
Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa betapa pentingnya Sholat. Oleh karena itu penting bagi kita mengetahui bagaimana melakukan ibdah dengan benar.

Berikut adalah  31Kesalahan yang terjadi dalam sholat sehingga ibadah kita kurang sempurna.
1. Menunda–nunda Shalat dari waktu yang telah ditetapkan. Hal ini merupakan pelanggaran berdasarkan firman Allah, "Sesungguhnya shalat suatu kewajiban yang telah ditetepkan waktunya bagi orang-orang beriman". (QS. An-Nisa : 103)

2. Tidak shalat berjamah di masjid bagi laki-laki. Rasullah bersabda, "Barang siapa yang mendengar panggilan (azan) kemudina tidak menjawabnya (dengan mendatangi shalat berjamaah), kecuali uzur yang dibenarkan". (HR. Ibnu Majah Shahih) Dalam hadits bukhari dan Muslim disebutkan. "Lalu aku bangkit (setelah shalat dimulai) dan pergi menuju orang-orang yang tidak menghadiri shalat berjamaah, kemudian aku akan membakar rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah."

3. Tidak tuma'minah dalam shalat. Makna tuma'minah adalah, seseorang yang melakukan shalat, diam (tenang) dalam ruku'.i'tidal,sujud dan duduk diantara dua sujud. Dia harus ada pada posisitersebut, dimana setiap ruas-ruas tulang ditempatkan pada tempatnya yang sesuai. Tiak boleh terburu-buru di antara dua gerakan dalam shalat, sampai dia seleasi tuma'ninah dalam posisi tertentu sesuai waktunya. Nabi bersabda kepada seseorang yang tergegesa dalam shalatnya tanpa memperlihatkan tuma;minah dengan benar, "Ulangi shalatmu, sebab kamu belum melakukan shalat."

4. Tidak khusu' dalam shalat, dan melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan di dalamnya. Rasulallah bersabda, "Sesungguhnya, seseorang beranjak setelah megnerjakan shalatnya dan tidak ditetapkan pahala untuknya kecuali hanya sepersepuluh untuk shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setangah darinya. " (HR. Abu Dawud, Shahih) mereka tidak mendapat pahala shlatnya dengan sempurna disebabkan tidak adanya kekhusyu'an dalam hati atau melakukan gerakan-gerakan yang melalaikan dalam shalat.

5.Sengaja mendahului gerakan iman atau tidak mengikuti gerakan-gerakannya. Perbuatan ini dapat membatalkan shalat atau rakaat-rakaat. Merupakan suatu kewajiban bagi mukmin untuk mengikuti imam secara keseluruhan tanpa mendahuluinya atau melambat-lambatkan sesudahnya pada setiap rakaat shalat. Rasulallah bersabda, "Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti keseluruhannya. Jika ia bertakbir maka bertakbirlah, dan jangan bertakbir sampai imam bertakbir, dan jika dia ruku' maka ruku'lah dan jangan ruku' sampai imam ruku' ". (HR. Bukhari)
http://s17.postimg.org/tk8nwvsqn/makmum.jpg

6. Berdiri untuk melngkapi rakaat yang tertinggal sebelum imam menyelesaikan tasyahud akhir dengan mengucap salam ke kiri dan kekanan. Rasulallah bersabda, "Jangan mendahuluiku dalam ruku', sujud dan jangan pergi dari shalat (Al-Insiraf)". Para ulama berpedapat bahwa Al-Insiraf, ada pada tasyahud akhir. Seseorang yang mendahului imam harus tetap pada tempatnya sampai imam menyelesaikan shalatnya (sempurna salamnya). Baru setalah itu dia berdiri dan melengkapi rakaat yang tertinggal.

7. Melafadzkan niat. Tidak ada keterangan dari nabi maupun dari para sahabat bahwa meraka pernah melafadzkan niat shalat. Ibnul Qayyim rmh menyatakan dalam Zadul-Ma'ad "Ketika Nabi berdiri untuk shalat beliau mengucapkan "Allahu Akbar", dan tidak berkata apapun selain itu. Beliau juga tidak melafalkan niatnya dengan keras.

8. Membaca Al-Qur'an dalam ruku' atau selama sujud. Hal ini dilarang, berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi bersabda, "saya telah dilarang untuk membaca Al-Qur'an selama ruku' atau dalam sujud." (HR. Muslim)

9. Memandang keatas selama shalat atau melihat ke kiri dan ke kanan tanpa alasan tertentu. Rasulallah bersabda, "Cegalah orang-orang itu untuk mengangkat pandangan keatas atau biarkan pandangan mereka tidak kembali lagi". (HR. Muslim)

10. Melihat ke sekeliling tanpa ada keperluan apapun. Diriwayatkan dari Aisyah, bahwa ia berkata, "Aku berkata kepada Rasulallah tentang melihat ke sekeliling dalam shalat Beliau menjawab, "Itu adalah curian yang sengaja dibisikan setan pada umat dalam shalatnya". (HR. Bukhari)

11. Seorang wanita yang tidak menutupi kepala dan kakinya dalam shalat. Sabda Rasulallah, "Allah tidak menerima shalat wania yang sudah mencapai usia-haid, kecuali jiak dia memakai jilbab (khimar)". (HR. Ahmad)

12. Berjalan di depan orang yang shalat baik orang yang dilewati di hadapanya itu sebagai imam, maupun sedang shalat sendirian dan melangka (melewati) di antara orang selama khutbah shalat Jum'at. Rasulallah bersabda, "Jika orang yang melintas didepan orang yang sedang shalat mengetahui betapa beratnya dosa baginya melakukan hal itu, maka akan lebih baik baginya untuk menunggu dalam hitungan 40 tahun dari pada berjalan didepan orang shalat itu". (HR. Bukhari dan Muslim). Adapun lewat diantara shaf orang yang sedang shalat berjamaah, maka hal itu diperbolehkan menurut jumhur bedasarkan hadits Ibnu Abbas : "Saya datang dengan naik keledai, sedang saya pada waktu itu mendekati baligh. Rasulallah sedang shalat bersama orang –orang Mina menghadap kedinding. Maka saya lewat didepan sebagian shaf, lalu turun dan saya biarkan keledai saya, maka saya masuk kedalam shaf dan tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan saya". (HR. Al-Jamaah). Ibnu Abdil Barr berkata, "Hadits Ibnu Abbas ini menjadi pengkhususan dari hadits Abu Sa'id yang berbunyi "Jika salah seorang dari kalian shalat, jangan biarkan seseorangpun lewat didepannya". (Fathul Bari: 1/572)

13. Tidak mengikuti imam (pada posisi yang sama) ketika datang terlambat baik ketika imam sedang duduk atau sujud. Sikap yang dibenarkan bagi seseorang yang memasuki masjid adalah segera mengikuti imam pada posisi bagaimanapun, baik dia sedang sujud atau yang lainnya.

14. Seseorang bermain dengan pakaian atau jam atau yang lainnya. Hal ini mengurangi kekhusyu'an. Rasulallah melarang mengusap krikil selama shalat, karna dapat merusak kekhusyu'an, Beliau bersabda, "Jika salah seorang dari kalian sedang shalat, cegahlah ia untuk tidak menghapus krikil sehingga ampunan datang padanya". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad)

15. Menutup mata tanpa alasan. Hal ini makruh sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, "Menutup mata buka dari sunnah rasul". Yang terbaik adalah, jika membuka mata tidak merusak kekhusyu'an shalat, maka lebih baik melakukannya. Namun jika hiasan, ornament dsn sebagainya disekitar orang yang shalat atau antara dirinya dengan kiblat mengganggu konsentrasinya, maka dipoerbolehkan menutup mata. Namun demikian pernyataan untuk melakukan hal itu dianjurkan (mustahab) pada kasus ini. Wallahu A'lam.

16. Makan atau minum atau tertawa. "Para ulama berkesimpulan orang yang shalat dilarang makan dan minum. Juga ada kesepakatan diantara mereka bahwa jika seseorang melakukannya dengan sengaja maka ia harus mengulang shalatnya.

17. Mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya. Ibnu Taimuiyah menyatakan, "Siapapun yang membaca Al-Qur'an dan orang lain sedang shlat sunnah, maka tidak dibenarkan baginya untuk membacanya dengan suara keras karean akan mengganggu mereka. Sebab, Nabi pernah meninggalkan sahabat-sahabatnya ketika merika shalat ashar dan Beliau bersabda, "Hai manusia setip kalian mencari pertolongan dari Robb kalian. Namun demikian, jangan berlebihan satu sama lain dengan bacaan kalian".

18. Menyela di antara orang yang sedang shalat. Perbuatan ini teralarang, karena akan mengganggu. Orang yang hendak menunaikan shalat hendaknya shalat pada tempat yang ada. Namun jika ia melihat celah yang memungkinkan baginya untuk melintas dan tidak mengganggu, maka hal ini di perbolehkan. Larangan ini lebih ditekankan pada jama'ah shalat Jum'at, hal ini betul-betul dilarang. Nabi bersabda tentang merka yang melintasi batas shalat, "Duduklah! Kamu mengganggu dan terlambat datang".

19. Tidak meluruskan shaf. Nabi bersabda, "Luruskan shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf adalah bagian dari mendirikan shalat yang benar" (HR. Bukhari dan Muslim).
 merapatkan-shaf.JPG
20. Mengangkat kaki dalam sujud. Hal ini bertentangan dengan ynag diperintahkan sebagaimana diriwayatkan dalam dua hadits shahih dari Ibnu Abbas, "Nabi telah memerintah bersujud dengan tujuh anggota tubuh dan tidak mengangkat rambur atau dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki." Jadi seseorang yang shalat (dalam sujud), harus dengan dua telapak kaki menyentuk lantai dan menggerakan jari-jari kaki menghadao kiblat. Tiap bagian kaki haris menyentuk lantai. Jika diangkat salah satu dari kakinya, sujudnya tidak benar. Sepanjang dia lakukanutu dalam sujud.

21. Meletakkan tangan kiri dia atas tangan kanan dan memposisikannya di leher. Hal ini berlawanan dengan sunnah karena Nabi meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkan keduanya di dada beliau. Ini hadits hasan dari beberapa sumber yang lemah di dalamya. Tapi dalam hubungannya saling menguatkan di antara satu dengan lainnya.

22. Tidak berhati-hati untuk melakukan sujud dengan tujuh angota tubuh (seperti dengan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutuk dan jari-jari kedua telapak kaki). Rasulallah bersabda, "Jika seorang hamba sujud, maka tujuh anggota tubuh harus ikut sujud bersamanya: wajah, kedu telapak tangan kedua lutut dan kedua kaki". (HR. Muslim)

23. Menyembunyikan persendian tulang dalam shalat. Ini adala perbuatan yang tidak dibenarkan dalam shalat. Hal ini didasarkan pad sebuah hadits dengan sanad yang baik dari Shu'bah budak Ibnu Abbas yang berkata, "Aku shalat di samping Ibnu Abbas dan aku menyembunyikan persedianku." Selesai shalat di berkata, "Sesungguhnya kamu kehilangan ibumu!, karena menyembunyikan persendian ketika kamu shalat!".

24. Membunyikan dan mepermainkan antar jari-jari (tasbik) selama dan sebelum shalat. Rasulallah, "Jika salah seorang dari kalian wudhu dan pergi kemasjid untuk shalat, cegahlah dia memainkan tangannya karena (waktu itu) ia sudah termasuk waktu shalat." (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi)

25. Menjadikan seseorang sebagai imam, padahal tidak pantas, dan ada orang lain yang lebih berhak. Merupakan hal yang penting, bahwa seorang imam harus memiliki pemahaman tentang agama dan mampu membaca Al-Qur'an dengan benar. Sebagaimana sabda Nabi "Imam bagi manusia adalah yang paling baik membaca Al-Qur'an" (HR. Muslim)

26. Wanita masuk ke masjid dengan mempercantik diri atau memakai harum-haruman. Nabi bersabda, "Jangan biarkan perempuan yang berbau harum menghadiri shalat isya bersama kita." (HR. Muslim)

27. Shalat dengan pakaian yang bergambar, apalagi gambar makhluk bernyawa. Termasuk pakaian yang terdapat tulisan atau sesuatu yang bisa merusak konsentrasi orang yang shalat di belakangnya.

28. Shalat dengan sarung, gamis dan celana musbil melebihi mata kaki). Banyak hadits rasulallah yang meyebutkan larangan berbuat isbal diantaranya : A. Rasulallah bersabda : sesungguhnya allah tidak menerima shalat seseorang lelaki yang memakain sarung dengan cara musbil." (HR. Abu Dawud (1/172 no. 638); B. Rasulallah bersabda : Allah tidak (akan) melihat shalat seseorang yang mengeluarkan sarungnya sampai kebawah (musbil) dengan perasaan sombong." (Shahih Ibnu Khuzaimah 1/382); C. Rasulallah bersabda : "Sarung yang melebihi kedua mata kaki, maka pelakunya di dalam neraka." (HR.Bukhari : 5887)

29. Shalat di atas pemakaman atau menghadapnya. Rasulallah bersabda, "Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Karena sesungguhnya aku telah melarang kalian melakukan hal itu." (HR. Muslim : 532)

30. Shalat tidak menghadap ke arah sutrah (pembatas). Nabi melarang perbuatan tersebut seraya bersabda : "Apabila salah seorang diantara kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekati sutahnya sehingga setan tidak dapat memutus shalatnya. (Shahih Al-Jami' : 650) Inilah contoh perbuatan beliau "Apabila beliau shalat di tempat terbuka yang tidak ada seorangpun yang menutupinya, maka beliau menamcapkan tombak di depannya, lalu shalat menghadap tombak tersebut, sedang para sahabat bermakmum di belakangnya. Beliau tidak membiarkan ada sesuatu yang lewat di antara dirinya dan sutrah tresebut." Shifat Shalat Nabi karya Al-Albani (hal : 55)



31. Tidak menempelkan hidung ketika sujud
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan agar orang yang sujud benar-benar menempelkan hidungnya ke lantai. Beliau bersabda, “Allah tidak menerima shalat bagi orang yang tidak menempelkan hidungnya ke tanah, sebagaimana dia menempelkan dahinya ke tanah” (HR. Ibnu Abi Syaibah, ‘Abdurrazzaq, dan dinilai shahih oleh Al Albani). Hadits ini menunjukkan menempelkan hidung ketika sujud hukumnya wajib.



BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
Dari penjelasan kesalahan kesalahan dalam sholat sebelumnya dapat kita pahami bahwa menjalankan sholat itu tak hanya asal mengerjakan saja, kita juga harus mengetahui rukun-rukunnya serta hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam melaksanakan  sholat. Karna sangat pentingnya ibadah sholat maka dalam kita melaksanakan ibadah sholatpun harus diperhatikan karena itu yang mempengaruhi pahala yang kita dapatkan kelak dari Allah S.W.T.
SARAN
Demikianlah makalah PAI tentang Kesalahan Kesalahan dalam Sholat yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan dapat dijadikan sebagai evaluasi untuk kita melakukan ibadah sholat dengan benar. Dalam penyusunan makalah ini tentunya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami mohon maaf serta meminta saran dari pembaca agar makalah ini dapat lebih baik lagi.





DAFTAR PUSTAKA


sosiologi

Pengertian Lembaga politik ekonomi
     Lembaga politik ekonomi adalah sarana yang di standarisasi untuk memelihara ketertiban dalam proses produksi dan distribusi barang dan jasaPola-pola politik ekonomi1. Tipe ekonomi campuran  Harta milik pribadi dan sistem keuntungan di gabung dengan sejumlah campur tangan dan pengarahan pemerintah bila ada campur tangan pemerintah , negara akan beroperasi sebagai negara kesejahteraan yang memberikan berbagai bantuan2. Masyarakat komunis  Pemerintah yang otoriter menekan secara kejam gerakan-gerakan reformasi demokrasi yang para pemimpin di bunuh atau diasingkan secara licik, biasanya komunisme didukung secara khusus dinegara-negara miskin yang memiliki sistem sosial yang kolot dan ketidak adilan besar. Seringkali mengabaikan penuntasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi3. Masyarakat fasis  Masyarakat fasis dikuasai oleh partai diktatoryang diorganisasi oleh pemimpin yang karismatik. Rakyat tidak memiliki peran dalam kegiatan pemerintahan. Komunisme dan fasisme saling memandang satu sama lain sebagai musuh kebebasan manusia. Masing-masing menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan kelakuan jahat ialah dengan menempatkan diri di kursi kekuasaan4. Sistem politik ekonomi negara-negara sedang berkembang  Tidak adanya sistem pemerintahan yang sama persis sama dengan model fasis, namum terdapat sejumlah pemerintahan diktator yang memiliki banyak persamaan yang kebanyakan berada di negara berkembang. Terdapat satu partai saja yang dipimpin oleh jendral, tidak dikenalnya nasionalisme melainkan menyatakan bahwa mereka akan mengatasi pertentangan, korupsi, dan ketidak efisienan pemerintah demokratis, serta lebih mampu memimpin negara dalam membangun ekonominya. Sering mengorbankan rakyat miskin demi kesejahteraan pegawai pemerintah. Pajak tinggi dan peraturan yang tidak praktis mempersulit pengusaha besar untuk menjalankan usaha mereka, kecuali mereka yang disukai oleh atau berasal dari kalangan politikus yang berkuasa.5. Perbandingan antara fasisme, komunisme, dan sistem ekonomi campuran  Sistem ekonomi campuran memperkenalkan inisiatif individu yang lebih besar, sedangkan komunisme dan fasisme membatasi kebebasan individu secara ketat dan perencanaan sasaran dan kegiatan ekonominya tergantung pada badan-badan pemerintah pusat. Jika ketiga masyarakat menganut sistem itu melakukan industritrialisasi, maka mereka cenderung memperkecil jurang perbedaan antara orang kaya dengan orang miskin. Jadi perubahan dalam dunia ekonomi yang arahnya hanya sedikit bisa dipengaruhi oleh suatu negara, bahkan mungkin dapat bisa lebih berperan dari pada sistem politik-ekonomi di sutu negara.Fungsi manifes dan laten  a. Funsi manifes  Memelihara ketertiban, mencapai konsesus dan meningkatkan produksi ekonomi semaksimal mungkin.b. Fungsi laten  Merusak  kebudayaan tradisional dan mempercepat kerusakan lingkungan.Konflik dan kerjasama lembaga-lembaga politik ekonomia. Kesejahteraan dan konflik  Negara  kesejahteraan yang diusahakan pemerintah justru meningkatkan konflik. Alasannya karena keinginan dan kebutuhan rakyat tidak terbatas sedangkan sumberdaya pemerintah terbatas.b. Kecendrungan inflasi  Jalan keluar dari permintaan yang melebihi sumberdayanya adalah dengan penekanan atau inflasi. Inflasi bertujuan untuk menghindari keputusan ekonomi yang kerasc. Ekonomi bawah tanah  salah satu reaksi terhadap inflasi adalah ekonomi bawah tanah. Bentuk khas ekonomi bawah tanah mencakup pekerja-pekerja yang berusaha sendiri. Terjadi juga kegiatan barter.  makin tinggi tingkat pajak semakin keras sanksi peraturan pemerintah, maka semakin besar pula godaan untuk menghindari kewajiban pajak dan melakukan kegiatan ekonomi bawah tanah.Idiologi dan hubungan antara dunia usaha dengan pemerintah  fungsi idiologi sebagai sebuah kepercayaan yang juga mencakup pengertian tentang bagaimana orang berperilaku dan bagaimana masyarakat seharusnya diatura. Ahli ekonomi terbuka  1. adam smith (perdagangan bebas)  the wealth of nation mengemukakan bahwa pemerintah yang terkuat adalah pemerintah di negara yang dunia perdagangannya maju, keputusan ekonomi yang paling tepat dilakukan oleh individu yang berhubungan langsung dengan pasar  bukan oleh badan-badan pemerintah  2. karl marx (komunisme)  meninjau kegiatan ekonomi sebagai seorang ahli teori konflik. Karl marx melihat bahwa para pekerja menghendaki gaji tinggi, sedangkan para kapitalis menginginkan gaji rendah.  3. john maynard keynes (penyetelan yang tepat)  masyarakat adalah satu kesatuan, dimana kelompok-kelompoknya mengalami kemakmuran atau penderitaan secara bersama-sama.  4. milton friedman (hukum pasar)  berpandangan bahwa penyimpangan dari ajaran adam smith merupakan penyebab utama kesulitan ekonomi, friedman percaya pada kemampuan pasar untuk menyediakan apa yang sebenarnya diinginkan oleh rakyat, bukannya apa yang pejabat anggap baik untuk rakyat.b. Perubahan idiologi  Masyarakat yang menganut sosialisme dan komunisme mendapat kecaman yaitu berupa pengekang yang membelenggu baik kebebasan intelektual maupun inisiatif ekonomi yang menunjang kemakmuran, pada hal apa yang terdahulu dianggap sempurna.c. Kekuasaan dan pemerintah  kemampuan untuk pengendalian proses pengambilan keputusan  1. kekuasaan organisasi  perjuangan untuk memperoleh kekuasaan sebagian besar terjadi antara kelompok-kelompok yang terorganisasi secara rapi  2. elit penguasa  kegiatan pemerinta dan ekonomi amerika dikendalikan oleh elit eksklusif yang kedudukannya pada lembaga pemerintah,pendidikan,industri,keuangan berpindah dari satu lembaga ke lembaga lain.  3. kekuatan massa yang tidak terorganisasi  hak warga negara dalam menyampaikan suara tidak terlaksana secara penuh karena masyarakat kurang mengerti akan pemerintah  4. kekuatan politik langsung massa  bila terjadi ketidak puasan rakyat, rakyat memiliki hak untuk mengusulkan sebuah perubahan  5. paksaan dan pengacauan  teknik yang digunakan oleh kaum minoritas untuk menciptakan perubahan kebijakan  6. kecenderungan pengadilan dan birokrasi  mengarah keupaya memperluas pengertian peraturan hukum dan ketetapan konstitusi di luar kehendak para pembuat peraturan hukum, ketetapan dan sebagainyad. Konsesus amerika  mencakup kesepakatan dasar menyangkut negara kesejahteraan dunia usaha membuat keuntungan dan etos kerja yang merupaka nilai-nilai dasar amerika

analisa unsur kebudayaan

ANALISA UNSUR KEBUDAYAAN MASYARAKAT PEKALONGAN


Description: G:\logo-unnes.png






Disusun oleh : Arif Aji Fadilah
NIM             : 1201415056    

PENDIDIKAN NON FORMAL
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG



KATA PENGANTAR

Assalamualaikum.Wr.Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya dan makalah ini berjudul “ANALISA UNSUR KEBUDAYAAN MASYARAKAT PEKALONGAN”.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pohak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala urusan kita, Amin.








Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pekalongan merupakan salah satu kota di jawa tengah yang dikenal berbagai kebudayaan. Begitu banyak orang menyebutkan pekalongan sebagai kota batik. Namun dibalik itu semua banyak sekali unsur yang mendorong kebudayaan di Pekalongan.
Berbagai etnis dan budaya ada di Pekalongan.Muali dari jawa, Madura, Arab, Cina dan Lain sebagainya. Di Pekalongan sangat kental dengan unsur religiusnya sehingga dijuluki dengan kota Santri untuk wilayah Kabupatennya. Keberagaman unsur ini akan berpengaruh pada kondisi kehidupan masyarakat disekitarnya.
1.2.    Tujuan
Tujuan dalam makalah ini yaitu mempelajari Masyarakat Pekalongan ini adalah agar kita dapat mengetahui seluk beluk kehidupan dari masyarakat Pekalongan itu sendiri dan juga tidak terlepas dari bagaimana cara mereka beradaptasi dan berinteraksi dengan masyarakat sekeliling baik dalam satu lingkunagn.
Kita juga dapat mengetahui bagaimana pola hidup dan juga pola pikir dalam Masyarakat Pekalongan, selain itu pula kita dapat melihat hasil-hasil karya sastra yang terdapat di Masyarakat Pekalongan yang sudah ada sejak zaman dahulu dan sekarang telah menjadi ciri khas bagi masyarakat dan Masyarakat Pekalongan tersebut. Saya akan membuat lebih rinci lagi apa saja yang akan menjadi bahasan-bahasan mengenai Masyarakat Pekalongan, yang telah di buat dalam rumusan masalah sebagai berikut:
1.3.    Rumusan Masalah



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 7 Unsur kebudayaan Masyarakat Pekalongan

1.      UNSUR BAHASA
Bahasa Jawa Pekalongan atau Dialek Pekalongan adalah salah satu dari dialek-dialek Bahasa Jawa yang dituturkan di pesisir utara tanah Jawa, yaitu daerah Jawa Tengah terutama di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Dialek Pekalongan termasuk bahasa "antara" yang dipergunakan antara daerah Tegal (bagian barat), Weleri (bagian timur), dan daerah Pegunungan Kendeng (bagian selatan).Dialek Pekalongan termasuk dialek Bahasa Jawa yang "sederhana" namun "komunikatif". Meskipun ada di Jawa Tengah, dialek Pekalongan berbeda dengan daerah pesisir Jawa lainnya, contohnya Tegal, Weleri/Kendal, dan Semarang. Namun oleh orang Jogya atau Solo, dialek itu termasuk kasar dan sulit dimengerti, sementara oleh orang Tegal dianggap termasuk dialek yang sederajat namun juga sulit dimengerti.
Pada abad ke-15 hingga abad ke-17, Pekalongan termasuk daerah Kesultanan Mataram.Awalnya dialek Pekalongan tak berbeda dengan bahasa yang dipergunakan di daerah Kesultanan Mataram. Namun seterusnya ada zaman di mana bahasa-bahasa Jawa terutama dialek Pekalongan mulai terlihat berbeda karena asimilasi dengan budaya lain. Dialek Pekalongan baku zaman itu tadi sudah tak digunakan lagi pada dialek Pekalongan zaman sekarang.Zaman sekarang banyak orang Pekalongan yang bekerja menjadi juragan Batik, tenun, dan tekstil, dan tetap menggunakan dialek tersebut yang mudah dimengerti orang Pekalongan sendiri. Adanya para juragan, pedagang juga para nelayan di daerah kota dan pinggiran Pekalongan, mewujudkan tersebarnya dialek ini.
Meskipun dialek Pekalongan banyak menggunakan kosakata yang sama dengan Dialek Tegal, misalnya: bae, nyong, manjing, kaya kuwe, namun pengucapannya tak begitu "kental" melainkan lebih "datar" dalam pengucapannya.Ada lagi perbedaan lainnya, contohnya menggunakan pengucapan: ri, ra, po'o, ha'ah pok, lha, ye.Demikian pula adanya istilah yang khas, seperti: Kokuwe artinya "sepertimu", Tak nDangka'i artinya "aku kira", Jebhul no'o artinya "ternyata", Lha mbuh artinya "tidak tau", Ora dermoho artinya "tak sengaja", Wegah ah artinya "tak mau", Nghang priye artinya "bagaimana", Di Bya bae ra artinya "dihadapi saja", dan masih banyak lainnya.
Dialek Pekalongan asli dapat terlihat penggunaannya di pasar-pasar kota dan kabupaten Pekalongan, sedangkan penggunaan sehari-hari telah bercampur dengan dialek daerah lain dan bahasa Indonesia. Umumnya Bahasa Pekalongan lebih dikenal sebagai bahasa lisan, namun Harian Suara Merdeka memiliki kolom tulisan berbahasa Pekalongan yang dimuat secara mingguan di edisi Suara Pantura, dengan tajuk berjudul Warung Megono.
2.      UNSUR RELIGI
Pekalongan memiliki ciri budaya yang agamanis yaitu banyak mengaitkan dengan keagamaan muslim. Di Pekalongan budaya yang ada sudah memiliki campuran dengan budaya lain. Sperti budaya Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta.
Pekalongan merupakan salah satu kota penting dalam penyebaran agama Islam di Pesisir Pulau Jawa. Tidak heran tokoh Islam yang berpengaruh dan dimakamkan di Kota Pekalongan.Salah satunya adalah Sayid Ahmad Bin Abdullah Bin Tholib Al Atas beliau adalah seorang Ulama Besar yang semasa hidupnya Sangat berjasa dalam merintis pendirian Pondok Pesantren di Pulau Jawa.Makam beliau terletak di Jalan Irian Kelurahan Sapuro, Kecamatan Pekalongan Barat, sekitar 1000 Meter dari terminal bus Kota Pekalongan.Di Komplek Pemakaman juga terdapat Masjid Tua bernama ’MASJID AULIA” yang dibangun pada tahun 1.113/ 1714 Masehi.
Para pengunjung adalah mereka yang ingin melakukan ritual ziarah makam, biasanya datang pada hari Kamis dan Jum’at. Jumlah pengunjung mencapai puncaknya setiap tanggal 14 Sya’ban/ Ruwah dimana diadakan acara Sya’banan atau lebih dikenal dengan istilah “KHOL” , ziarah makam dibuka untuk umum setiap hari, pengunjung datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Jumlah pengunjung makam sulit untuk diketahui secara pasti, pada setiap Khol jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang. Fasilitas yang tersedia bagi pengunjung di komplek makam ini adalah lahan parkir cukup luas, Masjid, Penginapan, Rumah Makan, Pedagang Souvenir, Batik dan lain-lain. §adapun silsilah lengkapnya adalah sebagai berikut: KH. Abdullah Sirodj Putera RA Martoloyo putera Amir Zahid Sulaiman putera R.Tjondrodimerto putera R. Surodimejo putera Kyai Bahurekso putera Kyai Ageng Tjempluk putera Pangeran Nowo Putera Pangeran Haryo Mangor putera Waliyullah Abdul Muhyi Pamijahan. Beliau wafat di magelang sedang makam beliau terletak dikompleks pemakaman Masjid Payaman Magelang, yang hingga kini makamnya masih banyak dikunjungi peziarah dari segenap penjuru tanah air, khusunya Jawa Tengah, baik pagi, siang, sore ataupun malam hari sepanjang tahun. Adapun Khoulnya bertepatan dengan Syawalan disini (Kota Pekalongan), yaitu tanggal 8 syawal tahun hijriyah
Budaya upacara adat syawalan melatarbelakangi nilai nilai sosial diantaranya seperti masyarakat sekitar membuat acara ‘open house’ menerima para tamu baik dari manca desa maupun manca kota, mereka saling bersilahturahmi, saling mengenal satu sama lain, tidak hanya nilai sosialnya, tapi juga ada nilai sejarahnya, upacara adat syawalan di pekalongan dimulai sejak 130-an tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1855 M. kali pertama yang mengelar hajatan Syawalan ini adalah KH. Abdullah Sirodj yang merupakan keturunan dari Kyai Bahu Rekso.
Hadroh Merupakan kesenian tradisional yang bernafaskan Islam dengan menggunakan Rebana dan Jidor sebagai alat musiknya.Kesenian ini beranggotakan 15 orang sampai 20 orang dengan diiringi musik mereka melantunkan puji - pujian atau sholawatan sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan dunia dan akhirat pada Allah SWT.§Kesenian ini biasa digunakan pada saat pembukaan acara hajatan atau selamatan yang diselenggarakan oleh warga masyarakat Kota Pekalongan yang terkenal dengan ketaatannya dalam menjalankan perintah agama. Sedangkan dalam kelompok Samproh, seluruh pesertanya adalah perempuan dengan jumlah yang sama.
3.      UNSUR MATA PENCAHARIAN
Mata pencaharian pokok penduduk Pekalongan ialah pembatikan dan pertekstilan yang banyak dilakukan oleh orang Jawa, Cina dan Arab.Pembatikan merupakan bagian yang terbesar, baik jumlah perusahaannya maupun produksinya.Pekalongan memang sangat terkenal dengan kerajinan batiknya. Sentra kerajinan batik ini tersebar di wilayah kota dan kabupaten Pekalongan. Menurut Departemen perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah tahun 1999 tercatat terdapat 16 sentra batik di wilayah kodya dengan jumlah unit usaha sebanyak 476 unit usaha, dan 19 sentra batik di wilayah kabupaten Pekalongan dengan jumlah usaha sebanyak 670 unit usaha.
Dari data di atas terlihat bahwa potensi industri kerajinan batik kota Pekalongan menempati posisi kedua setelah Kota Surakarta. Selain dikenal dengan pusat industri kerajinan batik di wilayah pantai utara Jawa, Pekalongan juga dikenal dengan kerajinan tenun tradisional dengan mempergunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Batik yang dihasilkan Pekalongan berdasarkan pembuatannya terdiri dari batik tulis, batik cap, batik printing dan batik kombinasi. Batik tulis saat ini terdapat di Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.
Selain memiliki beragam corak batik yang berkualitas, Kabupaten Pekalongan juga memiliki beragam menu makanan tradisional yang potensi bisnisnya juga cukup besar. Misalnya saja seperti sego megono (nasi dicampur dengan megono yang terbuat dari nangka muda dicampur dengan parutan kelapa), garang asem (sajian berkuah dengan irisan daging kerbau di dalamnya), sauto (campuran antara soto dengan tauco), serta masih banyak lagi lainnya. Beberapa makanan tersebut menjadi salah satu potensi yang sering dijadikan sebagai peluang usaha oleh masyarakat Pekalongan. Baik dijajakan di pinggiran jalan, maupun diangkat di beberapa restoran yang ada di kota batik ini.
Berada di daerah pesisir pantai membuat Pekalongan memiliki sumber daya perikanan dan kelautan yang melimpah. Adanya Pelabuhan Perikanan Nusantara yang berlokasi di kelurahan Panjang Wetan, budidaya ikan tambak yang berpusat di tiga kecamatan yaitu Tirto, Wonokerto, dan Siwalan, serta budidaya ikan kolam yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Pekalongan. Menjadi bukti nyata bahwa setiap tahunnya kota Pekalongan berhasil memproduksi ratusan ribu ton ikan, dan dipasarkan dalam keadaan segar maupun diolah menjadi berbagai macam produk olahan ikan yang bernilai tinggi. Contohnya saja menjadi produk olahan teri, ikan asin, ikan pindang, ikan panggang, terasi serta bandeng presto.

Disamping produk perikanan, daerah Panjang Wetan Pekalongan juga mengolah produk rumput laut yang cukup melimpah di daerah tersebut.Setiap tahunnya para petani rumput laut dapat mengolah ratusan hingga ribuan ton, dan dipasarkan di pasar lokal maupun pasar internasional.
Potensi Bisnis Hasil Ternak Sampai saat ini sebagian besar masyarakat di Kabupaten Pekalongan masih mengandalkan sektor peternakan sebagai salah satu sumber mata pencaharian mereka.Jenis ternak yang cukup berpotensi adalah sapi dan kerbau.Tingginya nilai ekomoni yang dihasilkan dari ternak sapi dan kerbau, membuat hampir setiap kecamatan di Pekalongan mengembangkan hewan tersebut hingga ratusan bahkan ribuan ekor.Beberapa kecamatan yang menjadi daerah unggulan di bidang ternak antara lain Kajen, Kandangserang, Kesesi, Karangdadap, Sragi, dll.
Potensi Bisnis Agribisnis Meskipun berada di jalur pantura yang sebagian besar wilayahnya berupa pinggiran pantai, namun Pekalongan merupakan daerah tropis yang memiliki potensi agribisnis berupa buah dan sayur yang cukup produktif.Potensi yang dihasilkan seperti buah-buahan (durian, manggis, rambutan, sawo, melon), sayur-sayuran (kol, kentang, cabe), kopi, cengkeh, dan masih banyak lagi pohon kayu yang memiliki harga jual cukup tinggi.
4.      UNSUR KESENIAN
Ada banyak kesenian tradisional yang berasal dari Pekalongan.Ada seni tari, seni musik, seni drama, seni lukis, dan sebagainya.Di sini aku sebutkan beberapa di antaranya, yakni Simtudduror, sintren dan tentu saja seni batik.
            Simtudduror, atau biasa disebut duroran merupakan kesenian tradisional yang bernafaskan Islam dengan menggunakan rebana dan jidor sebagai alat musiknya.

Kesenian ini beranggotakan antara 15 orang - 20 orang, dengan diiringi musik mereka melantunkan puji-pujian atau sholawatan sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan dunia dan akhiran pada Allah SWT.Kesenian ini biasa digunakan pada saat pembukaan acara khajatan atau selamatan yang diselenggarakan oleh warga masyarakat Kota Pekalongan yang terkenal dengan ketaatannya dalam menjalankan perintah Agama.
Sintren adalah kesenian tradisional masyarakat Pekalongan dan sekitarnya, Sintren adalah sebuah tarian yang berbau mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dan Sulandono. Tersebut dalam kisah bahwa Sulandono adalah putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari.Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Kir Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung melalui alam goib.Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ketubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R. Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari betul-betul masih dalam keadaan suci (perawan). Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawangnya dan diiringi gending 6 orang sesuai Pengembangan tari sintren sebagai hiburan budaya maka dilengkapi dengan penari pendamping dan bador (lawak).
            Batik merupakan produk asli Indonesia dan merupakan kebudayaan asli kita. Sungguh membuat hati ini menjadi resah ketika tiba-tiba ada negara lain yang mengklaim kesenian batik sebagai budaya mereka. Sungguh negara yang tidak tahu malu mengaku-aku kebudayaan negara lain sebagai miliknya. Dilihat dari segi manapun terlihat jelas bahwa kesenian batik milik republik tercinta ini.Hanya karena kita belum mempatenkannya.
5.      UNSUR ORGANISASI SOSIAL
Masyarakat pedesaan memiliki ikatan kekerabatan yang erat satu dengan yang lain. Ikatan kekerabatan tidak hanya berlaku untuk orang yang memiliki ikatan darah, berhubungan dalam kehidupan sehari-hari.Hal yang menjadikan eratnya kekerabatan pada masyarakat pedesaan adalah adanya kegiatan-kegiatan yang menyatukan mereka, seperti halnya tradisi, pengajian, dan kegiatan-kegiatan lainnya.Terjadinya hal yang demikian dikarenakan masyarakat pedesaan bersifat homogen.Mereka memiliki banyak kesamaan, di antaranya adalah kesamaan mata pencaharian, status sosial, asal daerah, nenek moyang, dan sebagainya.Selain itu, besarnya ketergantungan dengan alam turut menambah eratnya hubungan kekerabatan masyarakat pedesaan untuk mengatasai gejala-gejala alam yang mengalami perubahan secara tak menentu.
Eratnya ikatan kekerabatan pada masyarakat pedesaan menumbuhkan rasa kepedulian antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Mereka saling melengkapi satu dengan yang lain. Jika terdapat anggota masyarakat yang mengalami kesulitan maka anggota masyarakat yang lain tak sungkan untuk membantu. Begitu juga jika terdapat anggota masyarakat yang sedang mendapatkan kebahagiaan maka dia akan berbagi kebahagian dengan anggota masyarakat yang lain, seperti berbagi makanan, barang, dan lainnya. Oleh karena itu hubungan yang baik antar sesama manusia pada masyarakat pedesaan –terutama masyarakat Jawa– sangatlah penting.Mereka menjunjung tinggi konsep rukun, isin, dan urmat.Hingga pada masyarakat Jawa terdapat pula semboyan “mangan ora mangan asal kumpul”.
Eratnya ikatan kekerabatan pada masyarakat pedesaan yang memunculkan aktifitas saling tolong menolong, menimbulkan adanya resiprositas yang secara sederhana adalah pertukaran timbal balik antar individu atau antar kelompok
6.      UNSUR PERALATAN DAN TEKNOLOGI
Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) merupakan alat untuk melakukan penenunan  yang ada di Pekalongan penenunan yang digerakkan oleh manusia. ATBM dapat dipergunakan sambil duduk di lantai maupun di atas bangku (biasa pada industri tekstil kecil dan tradisional).
ATBM yang digunakan dengan duduk dilantai (kiri); ATBM yang digunakan dengan duduk di bangku (kanan)
Pada tahun 1970 pemerintah memberi bantuan berupa Alat Tenun Mesin (ATM) yang tidak membutuhkan penenun akibatnya harga kain lebih murah. Para penenun dan pengusaha tenun ATBM pun kolaps karena tidak bisa menyaingi harga kain ATM. Oleh karena daya saing yang tinggi dengan kain ATM serta sedikitnya penghasil dan pengelola kain  batik  pekalongan  khususnya, maka menjadi peluang untuk membuka usaha tersebut dan juga merupakan usaha untuk melestarikan kebudayaan yang sudah mulai dilupakan masyarakat.
7.      UNSUR SISTEM PENGETAHUAN
Tingkat Pendidikan Masyarakat pekalongan sudah dibilang baik dibuktikan dengan adanya beberapa sekolahan yang memiliki fasilitas yang tergolong standar internasional.  Kesadaran masyarakat Pekalongan akan pendidikan juga sudah dapat dikatakan baik. Batik sebagai salah satu hasil kesenian masyarakat pekalongan dikembangkan dengan kreasi masyarakat pekalongan yang memiliki pengetahuan tentang industri kreatif sehingga memunculkan produk yang inovatif dan dan memiliki daya saing Yang tinggi.
                                                                       




               







BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dari makalah ini saya dapat menarik kesimpulan bahwa masyarakat pekalongan ini adalah suku yang memang sangat kental dengan unsur budayanya, selain itu juga masyarakat pekalongan terkenal dengan kuliner dan hasil budaya yang memang masih disimpan baik di dalam masyarakat pekalongan tersebut.
3.2. Saran
Saran yang dapat saya berikan adalah kita harus mengetahui bermacam-macam suku yang ada di Indonesia bukan hanya masyarakat pekalongan tetapi masih banyak suku-suku yang lainya. Mengenai masyarakat pekalongan sendiri kita harus bisa lebih mengembangkan suku yang kita miliki dari sejak lahir, contohnya saja dalam berbahasa, kita harus bisa menguasai bahasa dalam suku kita kalaupun misalkan kita tidak bisa menggunakan bahasa itu dengan baik, kita harus bisa memahami makna dan maksudnya sedikit saja.



DAFTAR PUSTAKA